Diceritakan
oleh al-Haistam bin Adi:
Di sudut
pasar ternak di kota Kuffah, seorang lelaki buta menghampiri seorang makelar
ternak.
"Tolong
bantu carikan aku seekor keledai yang bertubuh tidak terlalu kecil, tetapi juga
tidak terlau besar, yang berlari cepat di jalan sepi, yang bersabar jika
kekurangan makan, yang mau berterima kasih jika makanannya berkecukupan , yang
bersemangat jika aku naiki sendiri dan yang tidur jika dinaiki orang
lain," katanya.
"Sabar
kawan. Nanti jika Allah SWT telah mengubah muka seorang hakim menjadi keledai ,
insya-Allah SWT kamu akan mendapatkan keledai yang kamu inginkan itu."
Jawab makelar ternak.
(Sumber:
Kitab al-'Iqd al-Farid oleh Ibnu Abdi Rabbih)
Dahulu ada
seorang lelaki yang datang kepada nabi Isa AS, ia ingin sekali bersahabat
dengan beliau, karena itu ia berkata, "Baiklah kalau demikian."
Pada suatu
hari berjalanlah keduanya di tepi sungai dan makanlah berdua tiga potong roti:
Nabi Isa a.s. satu potong dan satu potong untuk orang itu, sisa satu potong.
Ketika Nabi Isa a.s. pergi minum ke sungai, kemudian kembali, roti yang
sepotong itu tidak ada, lalu beliau bertanya kepada sahabatnya:
"Siapakah
yang telah mengabil sepotong roti?"
Jawab sahabat itu, "Aku tidak tahu."
Maka
berjalanlah keduanya, tiba-tiba melihat rusa dengan kedua anaknya, maka
dipanggillah salah satu dari anak rusa itu lalu disembelihnya dan dibakar.
Kemudian dimakan berdua, lalu Nabi Isa a.s. menyuruh anak rusa yang telah
dimakan itu supaya hidup kembali maka hiduplah ia dengan izin Allah, kemudian
Nabi Isa a.s. bertanya:
"Demi
Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaan-Nya itu, siapakah yang
mengambil sepotong roti itu?"
Jawab sahabatnya, "Aku tidak tahu."
Kemudian
keduanya meneruskan perjalanan hingga sampai ke tepi sungai, lalu Nabi Isa a.s.
memegang tangan sahabatnya itu dan mengajaknya berjalan hingga sampai ke
seberang, lalu ditanyalah sahabatnya itu sekali lagi:
"Demi
Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti ini, siapakah yang mengambil sepotong
roti itu?" Sahabat itu menjawab, "Aku tidak tahu."
Kemudian
berjalanlah keduanya ketika berada di hutan dan keduanya sedang duduk-duduk,
Nabi Isa a.s. mengambil tanah dan kerikil (anak batu), lalu diperintahkan:
"Jadilah emas dengan izin Allah."
Maka
dengan tiba-tiba tanah dan kerikil itu berubah menjadi emas, lalu dibagi
menjadi tiga bagian, kemudian beliau berkata:
"Untukku
sepertiga, dan kamu sepertiga, sedang sepertiga ini untuk orang yang mengambil
roti." Serentak sahabat itu menjawab: "Akulah yang mengambil roti
itu." Nabi Isa AS berkata, "Maka ambillah semua bagian ini
utkmu." Lalu keduanya berpisah.
Kemudian
orang itu didatangi oleh dua orang yang akan merampok harta itu dan membunuhnya
lalu orang itu (sahabat Isa a.s.) berkata, "Lebih baik kita bagi tiga
saja." Tiga orang itu menjadi setuju, lalu menyuruh salah seorang pergi ke
pasar berbelanja makanan, maka timbul perasaan orang yang berbelanja itu, dan berkata
dalam hatinya, "Untuk apa kita membagi harta, lebih baik makanan ini saya
isi racun saja biar keduanya mati, dan ambil semua harta itu."
Lalu
diberinya racun makanan itu. Sementara orang yang tinggal itu berkata,
"Untuk apa kita membagi harta ini, lebih baik jika ia datang, kita bunuh
saja, lalu harta itu kita bagi dua."
Maka
ketika datang orang yang berbelanja itu, segera dibunuh oleh keduanya, lalu
hartanya dibagi menjadi dua, kemudian keduanya makan dari makanan yang telah
diberi racun itu, maka matilah keduanya, dan tinggallah harta itu di hutan,
sedang mereka mati di sekitar harta itu.
Kemudian
ketika Nabi Isa a.s. berjalan di hutan dan menemukan (melihat) hal itu, maka ia
pun berkata kepada sahabat-sahabatnya:
"Inilah
contohnya dunia, maka berhati-hatilah kamu kepadanya."